Tuesday, January 31, 2017

HABIB LUTHFI BIN YAHYA; RAHASIA DI BALIK MUKJIZAT DAN KAROMAH

Terdapat dalam manaqibnya Sayyidi Syaikh Abul Abbas al-Mursi dan Sayyidi Syaikh Abil Hasan asy-Syadziliy sebuah hadits Nabi Saw.: الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُاْلأَنْبِيَاءِ (ulama adalah pewaris para nabi). Imam asy-Syadziliy menafsirkan ulama itu ada dua macam; Ulama Shadiqun dan Ulama Shalihun. Yang pertama ulama shadiqun itu al-Auliya mitsl ar-Rusul, para wali seperti para rasul. Yang kedua ulama shalihun itu al-Auliya mitsl al-Anbiya, para wali seperti para nabi.
Kenapa dipisah (dibagi) menjadi dua, sebab kalau rasul itu berkewajiban (bertugas) balagh (menyampaikan), waballagha ar-risalah wa adda al-amanah wanashaha al-ummah wajahada fillahi haqqa jihadih. Masalah mengeluarkan mukjizat itu suatu kewajiban (bagi para rasul Allah) karena tashdiq (menjadi pernyataan kebenaran adanya risalah) untuk memperkuat kaum awam.
Kalau ulama berbeda dengan rasul dengan diberi karomah-karomah oleh Allah Swt. Semisal karomahnya Habib Ahmad Bafaqih Syihr Hadhramaut. Suatu ketika ada seorang Maghrabi ahli sihir yang ingin menjajal kewalian Habib Ahmad Bafaqih. Orang tersebut meniup pohon kurma yang sedang tumbuh dan berbuah, seketika pohon kurma tersebut terbakar hebat sampai habis. Habib Ahmad lalu berkata, “Coba tiup lagi agar pohon kurmanya hidup kembali.”
Orang tersebut menjawab tidak bisa. Lalu Habib Ahmad pun bertanya, “Oh ilmumu hanya segitu?” Kemudian Habib Ahmad langsung berucap, “Hai pohon kurma, bi-idznillah hiduplah seperti semula!” Seketika pohon kurma yang sudah hitam gosong tadi hidup kembali bahkan dengan dedauan dan buah-buahan yang lebih baik dari semula.
Menyaksikan yang demikian orang Maghrabi itu pun hanya terdiam melongo, tak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya ahli sihir itu pun tunduk kepada Habib Ahmad Bafaqih.
Begitupula karomahnya Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Dulu di Tarim Hadhramaut ada seseorang asal Maghrabi yang sangat kaya, dia sedang jatuh cinta pada seorang wanita. Jaman itu ukir-ukiran terbaik emas dan perak adalah ukirannya Maghrabi. Akhirnya orang tersebut pergi ke Maghrabi hanya untuk memesan ukiran tersebut. Dipesanlah ukiran (gelang) teristimewa yang nantinya dipakai untuk melamar sang wanita pujaan.
Begitu pesanan sudah jadi, diajaklah si wanita itu ke rumah orang asal Maghrabi itu. Gelang itu lalu dipakaikan ke tangan si wanita pujaan oleh ibunya. Anehnya wanita itu langsung hilang entah ke mana. Penduduk Tarim pun menjadi geger. Dicari kesana-kemari bertanya kepada orang-orang pintar pun tidak ada yang sanggup menjawab dan mencarinya. Hingga bertemulah ia dengan Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad.
“Sudah, sekarang kamu pergilah kembali ke tukang yang membuat gelang itu.” Jawab Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Lalu pergilang orang tersebut ke Maghrabi sesuai perintah Habib Abdullah. Dan Habib Abdullah berpesan, “Tanyakan nanti, kembalikan atau tidak. Jika jawabannya tidak mau mengembalikan, tinggalkan saja dan pulanglah kembali ke Tarim.”
Sesampai di sana, ia melihat calon istrinya sedang berada di dalam ruangan seperti kurungan, tidak bisa keluar. “Orang ini memesan gelang jauh-jauh dari Tarim ke sini, pasti untuk seorang wanita yang cantik luar biasa,” batin tukang ukir itu saat pertamakali dipesani untuk membuatkan gelang. Pesan Habib Abdullah lalu disampaikan, dan ternyata jawaban tukang ukir tadi adalah ‘tidak mau’. Kemudian orang tersebut pun langsung pulang kembali ke Tarim.
Sesampai di Tarim ia langsung menghadap Habib Abdullah al-Haddad dan menyampaikan kejadian (jawaban) di atas. “Depan rumahmu tanahnya luas apa tidak?” Tanya Habib Abdullah kemudian. Lalu dijawab iya, yang kemudian Habib Abdullah berkata, “Ya sudah, tunggu saja besok ada apa, tapi jangan kaget nantinya.”
Besoknya di waktu Shubuh, begitu orang tersebut membuka pintu ia sangat kaget. Pasalnya tiba-tiba ada rumah di depan rumahnya, dan rumah itu persis seperti (modelnya) rumah orang Maghrabi. Begitu penghuninya keluar, setelah dilihat ternyata orang itu adalah tukang ukir asal Maghrabi. Sekarang yang kaget pun bertambah. Si tukang ukir itu pun bertanya-tanya, “Saya ini sedang di mana, koq tiba-tiba di tempat yang asing?”
Habib Abdullah al-Haddad yang sudah datang kemudian menjawab, “Ini di Tarim Hadharamaut. Rumahmu saya cabut pindah ke sini. Kembalikan wanita itu. Kamu hanya bisa memindah satu wanita, sedangkan saya memindah rumahmu sekaligus keluargamu saya pindahkan juga ke sini. Sekarang kamu mau apa?”
Akhirnya tukang ukir itu pun bertaubat, meminta maaf kepada Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad seraya mengembalikan si wanita. Itulah karomahnya para ulama jaman dulu. Dan ini merupakan jawaban-jawaban, namun jangan dimasukkan ke akal melainkan masukkan ke dalam iman. Sebab jika dimasukkan ke akal tidak akan masuk dan akal tetap akan menolak.
Begitupula karomah seorang ulama yang ada di Nusantara ini, Maulana Syarif Hidayatullah Cirebon. Kenapa di makam beliau sampai sekarang banyak guci-guci dan piring-piring yang menempel di dinding makam.

YEIKHOH SULTHONAH BINTI 'ALI AZ-ZABIDI....... (Robi'atul 'Adawiyahnya Hadromaut)

Di ceritakan oleh Al Imam Al Quthub Al Habib ‘Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi (Shohibul Maulid), bahwanya di Yaman ada seorang wali agung perempuan yang bernama Syeikhoh Sulthonah Rodhiallahu ‘Anha.. Beliau memiliki gelar Robia ‘atul Adawiyahnya Yaman Hadromaut.
Pekerjaan beliau ini setiap waktunya bahkan setiap hembusan nafasnya selalu bersholawat kepada Baginda Rosulullah S.A.W dan lebih hebatnya lagi, beliau ini tiada pekerjaan lain selain sholawat, kecuali di saat waktu sholat tiba.
Pada suatu ketika beliau mendengar suara yg tidak ada wujud seseorang yang meminta beliau untuk minta apa saja, dan permintaan tersebut pasti dikabulkan.
Namun beliau sebagai seorang ahli tashowwuf yang mursyid, jadi beliau tidak langsung mengucapkan permintaannya.
Beliau menemui Guru beliau dari keluarga Baqushoir, dan menanyakan kepada Guru beliau .. "Apakah ada di dunia ini ada maqom kewalian yang tidak ada lagi maqom sesudahnya ??"
Jawab Guru beliau : "Ada, yakni bertemu secara jaga dengan Rosulullah S.A.W". " Kemudian Syeikhoh Sulthonah meminta agar dipertemukan secara jaga dengan Baginda Rosulullah S.A,.W seketika itu juga Rosulullah S.A.W ada di hadapan beliau.
Pada zaman beliau banyak orang-orang titip salam kepada Rosulullah S.A.W lewat beliau, bahkan Rosulullah S.A.W titip menasihati kepada Syeikhoh Sulthonah untuk orang-orang sekitar Syeikhoh Sulthonah.
Bahkan Syeikhoh Sulthonah berani menjamin surga bila orang2 berziarah ke tempat beliau pada hari senin akhir bulan, dikarenakan saat itu Rosulullah S.A.W hadir di tempat beliau.
Begitu tingginya maqom kewalian beliau, sehingga beliau mengetahui maqom kewalian setiap orang..
Kecuali dua orang yang tak bisa Syeikhoh Sulthonah ketahui maqom kewaliannya, yakni;
“Al Imam Al Faqih Muqoddam Ats-Tsani Al Habib ‘Abdurrohman As Seggaf bin Muhammad Maula Addawilah”,
dan anak beliau “Al Quthub Al Imam Al Habib Abu Bakar As Sakron”. Yang mana Syeikhoh Sulthonah pernah hidup sezaman dengan dua orang Habib ini.
Maqom mereka tidak diketahui dan tidak bisa dijangkau oleh Syeikhoh Sulthonah karena begitu tingginya.
Setiap kali Syeikhoh Sulthonah mau mengejar maqom mereka, maka maqom mereka melesat begitu cepat seperti cahaya dan jauh ke atas.
Syeikhoh Sulthonah berkata;
Bahwasannya beliau sudah mengetahui siapa saja di antara wali-wali yang berkunjung kepadanya, kecuali dua orang yakni; “Al Imam Al Faqih Muqoddam Ats-Tsani Al Habib ‘Abdurrohman As Seggaf bin Muhammad Maula Addawilah”
dan anak beliau “Al Quthub Al Imam Al Habib Abu Bakar As Sakron”, karena mereka bisa langsung ada dihadapan Syeikhoh Sulthonah secara tiba-tiba tanpa diketahui oleh Syeikhoh Sulthonah.
Hanya saja kata beliau apabila Al Habib Abu Bakar As Sakron mau bertemu, pasti ditandai dengan suara gho’ib dari langit yang mengatakan :
"Telah datang seorang sulthon anak dari seorang sulthon Yaa Syeikhoh Sulthonah". Al Habib Abu Bakar As Sakron adalah seorang Sulthonul Auliya yang terkenal dari lapisan bumi yang paling bawah hingga ke seluruh langit, dan Ayah Beliau pun seorang juga seoarang Sulthonul Auliya.
Demikianlah bagaimana maqom seorang Auliya ALLAH SWT yang bertemu secara langsung dengan Baginda Rosulullah S.A.W di alam sadarnya.
Begitu tingginya dan begitu mulianya mereka kata Al Habib ‘Ali bin Muhammad Al Habsyi, apa lagi dengan para sohabat Rosulullah S.A.W, mereka bertemu secara langsung dengan Rosulullah S.A, W dengan kondisi Rosulullah S.A.W secara nyata, sedangkan para wali hanya bertemu dengan Rosulullah S.A.W pada alam yang lain.
Sungguh bertemu Rosulullah S.A.W secara jaga melebihi nikmat surga sekalipun.
Sungguh Para sohabat Nabi S.A.W sudah mendapatkan surga firdaus itu sebelum memasukinya.


Alloohhummaj'alnaa minhum Yaa Robb .......

Kehidupan AULIYA' ALLAH SWT

Kehidupan Auliya’ Allah SWT disibukkan dengan ibadah, menuntut ilmu, dan menyebarkan ilmu. Mereka mengisi hati-hati mereka dengan cahaya ilmu, dengan cahaya amal. Namun mengapa kita yang katanya cinta kepada mereka, kita yang katanya memiliki ikatan dengan mereka, justru tidur dan jauh dari barisan mereka.
Mereka menghabiskan waktunya untuk berdakwah dan membimbing umat menuju jalan Allah SWT dan Rasul-Nya. Ia mengadakan majelis-majelis ilmu dan dzikir, baik untuk orang awam maupun orang khusus. Berduyun-duyun orang datang dari berbagai tempat hanya untuk menimba ilmu dan berharap berkah kepada mereka.
Mereka sangat senang terhadap para tetamu yang datang kepadanya mereka selalu menghormati para tamunya. Setiap orang yang datang kepada mereka, selalu disambutnya dengan baik dan dijamu dengan jamuan istimewa. Tak hanya itu, terkadang mereka juga memberikan sejumlah hadiah untuk tamu yang datang atau keluarganya. Hal ini dapat kita lihat dalam biografi-biografi perjalanan hidup mereka.
Para auliya’ mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW dengan sepenuh hati dan jiwanya. Segala bentuk sunnah dan anjuran Baginda Nabi Muhammad SAW seakan telah menjadi kewajiban bagi mereka. Hal itu tercermin, bahwa kebanyakan diantara mereka menyususn shalawat-shalawat khusus untuk Baginda Nabi Muhammad SAW. Hal itu pula yang menandakan, bahwa mereka gemar bershalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW
Mereka selalu membaca dzikir atau wirid dimanapun mereka berada. Lisan-lisan mereka selalu dibasahi dengan pujian terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Para auliya’ mempunyai susunan wirid-wirid khusus yang beraneka macam. Kesemuanya itu diambil dari Al Qur’an dan hadis Baginda Nabi Muhammad SAW jadi tidak ada bacaan atau wirid mereka yang menyimpang dari ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya.

kisah al-Habib Ali bin Ja'far al-Idrus Rohimahulloh.


CAHAYA RUMAH YANG MENEMBUS KELANGIT
Salah satu bentuk terapi bagi kita yang malas dalam hal ibadah adalah dengan senang membaca kisah para Auliya' ,baik dari segi biografi mereka,maupun membaca kisah-kisah kekeramatan mereka ( Karomah ),karena dengan senang membaca kisah-kisah para Auliya' maka sedikit demi sedikit kemalasan tersebut akan berganti dengan sebuah semangat.
Hal ini dikarenakan adanya sirr yang Alloh berikan berkat kemuliaan Auliya' tersebut.
Ada sebuah kisah menarik dari salah satu karomah yang Alloh berikan kepada al-Habib Ali bin Ja'far al-Idrus Rohimahulloh.
Ada seorang pilot pesawat Air Lines bernama Hamzah.pesawat itu melayani rute penerbangan Singapur-Johor.Tentu saja Batu Pahat berada persis diantara rute penerbangan pesawat tersebut.
Sang pilot ( Hamzah ) menuturkan,bahwa setiap kali dia melewati Batu Pahat ( dengan pesawat yang dibawanya ),dia melihat cahaya yang memancar dari salah satu rumah di Batu Pahat yang menjulang hingga ke langit
Maka sebagai pilot dia faham betul dengan kondisi tersebut yang mengharuskan dia harus menghindari cahaya tersebut,supaya tidak berbenturan dengan cahaya tersebut,hal itu berlangsung lama,akan tetapi Hamzah belum bisa mengungkap misteri cahaya tersebut.
Ketika suatu hari ada salah satu kawannya dari singapura mengajaknya untuk bersilaturrohim kepada Habib Ali bin Ja'far al-Idrus di Batu Pahat,maka ketika mereka berdua sampai dirumah sang Habib,maka Hamzahpun baru ingat dan seolah-olah sadar dari misteri yang selama ini ia pendam.karena rumah Habib Ali persis dari arah rute sinar yang menjulang sampai kelangit.
Baru setelah itu dia menemukan jawabannya,bahwa sinar yang dilihat dari atas ternyata berasal dari rumah Habib Ali bin Ja'far al-Idrus.
Sumber :Kitab " Tajul Arus Fi Dzikri Ba'dl Manaqib al-Habib Ali bin Ja'far al-'Idrus
Karya : Habib Sholeh Ahmad al-Idrus
Alfatihah Ilaa Habib Ali bin Ja'far al-Idrus ( Batu Pahat ) semoga Alloh meratakan rohmatNya kepadanya,meninggikan derajatnya,menempatkan beliau bersama baginda Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wasallam,dan bersama para syuhada',sholihin, dan semoga kita mendapat keberkahannya,rahasia-rahasianya,serta cahaya-cahaya ilmunya,didalam agama,dunia dan akhirat, bisirril faatihah.

💦KISAH-KISAH AJAIB DI SEKITARAN HAUL SOLO💦

✍�Karena memang Haul Solo ini menyimpan banyak kisah ajaib di dalamnya .
Keajaiban-keajaibannya yang tidak kita ketahui jauh lebih banyak dari yang kita ketahui . Bahkan sebelum sampai di tempat Haul saja sudah mendapatkan keajaiban itu .
.
.
📖Kisah ini dialami seorang Jurragan Kaya Raya dari Jawa Timur . Kala itu , karena satu dan lain hal , sebetulnya dia sedikit memaksakan diri untuk pergi mendatangi Haul .
Namun takdir memanggilnya untuk berangkat juga .
Dan di tengah hutan , ditengah perjalanan , dia melihat ada sebuah mobil mogok karena bocor ban .
.
🚗Dia kemudian meminggirkan mobilnya dan turun menolong mobil yang sedang mogok yang ternyata milik seorang Habib yang juga ingin mendatangi Haul Solo . Habib itu berkata :
*"Terimakasih , kamu bersedia berhenti.*
*Saya sudah berjam-jam di sini karena mogok.* *Setiap mobil yang saya minta berhenti untuk meminta tolong , semuanya menolak.* *Saya sudah putus asa . Untuk kamu bersedia berhenti.*
*Alhamdulillah.*
.
*Semoga Allah SWT membalas kebaikanmu ini.*
*SAYA DOAKAN KAMU BANYAK REJEKI , USAHANYA LANCAR DAN BERKAH … “*
.
.
Dan orang Jawa Timur itu bercerita :
*“ Demi Allah,Saya* *seperti mendapat durian runtuh saja* . Haul Solo yang mengundang saya untuk mendapatkan semua ini *Tidak berselang lama , tidak sampai dua tahun , dan tidak ada yang mengira sebelumnya , bisnis saya maju pesat luar biasa.*
*Tidak lumperah pesatnya . . . !*
*Tidak lain karena do’a Habib di tengah hutan itu …”*
.
.
📖Kisah yang lain dialami seseorang yang sedang dililit banyak Hutang .
Saat mendatangi Haul , dia secara Khusus berniat semoga Barokah Haul , dia dapat melunasi hutang-hutangnya .
Dan ketika di Sana dia menziarahi makam Al Habib Alawiy bin Ali al Habasyi .
Dia bertawassul kepada beliau :
.
.
*“ Habib Alwi.*
*Saya datang ke mari , mendatangi Haul yang engkau selenggarakan ini dengan banyak hajat . Hutang saya banyak.* *Dekian juta , Ya Habib*. *Dan saya sudah malu , bertahun-tahun belum dapat melunasinya .*
*Aku mohon dengan sangat , Habib . Lunasilah hutang-hutangku ini*.
*Tidaklah aku pulang dari Majlismu ini kecuali telah lunas hutang-hutangku ..”*
.
.
👉S�esudah bertawassul “ unik” begitu , dia pulang .
Sudah tidak perduli lagi , mau dikabulkan / tidak tawasulnya itu .
Baginya yang penting sudah “ curhat “ seperti itu sudah lega .
Dan tidak dinyana , baru 1 – 2 Km dari tempat haul , mobilnya bocor Ban .
Dia dan rombongan turun , menunggu mengganti Ban . Seandainya tidak bocor , dalam senggang waktu cukup lama itu mungkin dia sampai Boyolali .
.
.
👉�Tetapi karena Bocor Ban , dia tetap ada di dekat tempat Haul . Telepon bordering , seorang temannya mengabari bahwa dia ditungu di suatu tempat – yang tidak jauh dari bocor ban nya tadi – dan kata temannya :
*“ Kesini … Ada yang mau bertemu denganmu* . “
.
.
☘Dari pada menunggu di perempatan jalan , biar sambil menunggu ganti Ban , dia segera menuju tempat yang dimaksud . Hanya beberapa meter saja dari situ .
*Ternyata , yang ingin bertemu tersebut adalah seorang Juragan Kaya dari Jakarta yang sedang bagi-bagi Amplop Zakatnya .*
*Dan dia akhirnya kebagihan juga …*
.
.
💰Begitu di buka beberapa menit kemudian , di dalamnya ada uang puluhan juta rupiah yang nilainya berlipat lebih banyak dari jumlah hutangnya . Diapun berseru kegirangan :
*“ Habib Alwi … Engkau membayarnya KONTAN ..!! “*
.
.
📖Kisah “ meminta tolong “ kepada Orang yang telah mati ( dari Para Auliya ) bagi kita bukan barang yang aneh . Keyakinan kita menyatakan bahwa di dalam kuburnya ,
Para Shalihin dan para Auliya itu tidak mati .
*BAL AHYAUN INDA ROBBIHIM …*
.
.
👉�Yang aneh justru keyakinan tetangga sebelah yang menganggap sirik hal itu . meminta tolong kepada seseorang yang telah mati dianggap perbuatan yang konyol .
Padahal kekonyolan sejati adalah sebaliknya , ada dalam diri ( keyakinan ) mereka .
.
Lihat saja , mereka meyakini dalam benda padat , benda mati ( seperti Panadol , Bodrek dll ) Allah Ta’ala menaruh kemaziyahan , menaruh Khasiyyat tertentu sehingga saat kepala mereka sakit , mereka datang dan meminta tolong kepada benda padat benda mati tersebut .
Giliran ada seseorang yang sakit , kemudian berobat dan minta di doakan seorang shalih seperti Kyai , atau berdoa bertawasul di samping Makam Auliya , mereka menganggapnya sirik serta konyol .
Ini tentu ganjil .
Terhadap benda mati ( panadol ) mereka menaruh keyakinan , tetapi kepada benda yang Allah SWT ciptakan dengan tangan ( kekuasaan_Nya ) sendiri dan telah diperintahkan Malaikat untuk sujud takdzim kepadanya ( yakni Manusia ) mereka tidak meyakininya ??? .
.
.
✍�Berhubungan dengan ini , ada satu kisah menarik .
Kisah dari al Habib Muhammad bin Ahmad al Mukhdhor Bondowoso.
Saat beliau masih kecil , mengikuti perjalanan Ziarah ayahandanya Al Habib Ahmad al Mukhdhor di kota Dzi Asbah .
.
Al Habib Muhammad Al Mukhdhor masuk ke kota itu dalam keadaan di papah , karena sakit . Malam harinya penyakitnya semakin parah , sampai diakatan ajal nyaris menjemputnya . Kakak beliau , Al Habib Hamid bin Ahmad segera mencari ayahanda mereka , yang sedang shalat Awwabin di Masjidnya Al Imam Hasan bin Sholih al bahr al Jufriy . Al Habib Hasan ini adalah salah satu Auliya termasyhur di jamannya yang merupakan Guru Al Habib Ahmad .
.
.
*“ Ayah , penyakit anakmu , Muhammad semakin parah . Sudah saatnya ayah menengoknya .*
“ Kata al habib Hamid .
Mendengar itu , Al Habib Ahmad segera menuju Makam Al Habib Hasan al Bahr dan berkata di dekat pusaranya :
*“ Ya Habib Hasan , Demi Allah. Seandainya terjadi sesuatu dengan anakku Muhammad , maka aku akan pulang balik ke KHOSAMIR “*
.
.
👳🏻Al Habib Hamid yang mendengarnya menjadi terkejut bukan kepalang . Dia menyaksikan sendiri adiknya sedang sekarat , dan kini Ayahnya mengancam jika adiknya sampai mati maka Ayahnya akan ke kota Khosamir , maksudnya akan menjadi WAHABI …!
Karena kota Khosamir adalah sebuah kota yang penduduknya berkeyakinan Wahabiy . Kata-kata Ayahandanya yang “ mengultimatum “ al Habib Hasan itu membuatnya berkata :
*“ Innalillahi wainna ilayhi Roji’un .*
Ayahku pergi berangkat menziarahi para Leluhurnya , ( bisa-bisa) nanti pulang menjadi Wahabiy . Sungguh ini musibah yang teramat besar !! “
.
Al Habib Ahmad sesudah dari makam itu , kembali lagi beribadah di Masjid seperti semula . sedangkan Al Habib Hamid segera kembali melihat keadaan adiknya , Al Habib Muhammad . Dan memang , karomah para Auliya Besar itu KONTAN …!
Saat itu juga Al Habib Hamid mendapati adiknya sudah dapat duduk dan mulai terlihat tanda-tanda sehat dan sedang makan separoh Roti kering .
.
.
🌸Saat datang keDzi Asbah , Al Habib Muhammad berjalan dengan di tandu . Keluar dari sana Al Habib Muhammad sudah duduk diatas kuda . Sebuah kuda jantan hadiah dari keluarga Al Habib Hasan al Bahr yang merasa gembira dengan kembali sehatnya Al Habib Muhammad .
.
.
👉�Berkaca dari kisah ini , alangkah baiknya saat kita semua ada di kota Solo , terutama saat Majlis Haul ini , kita sempatkan berziarah kemakam Para Auliya nya . Wabil Khusus Shahibul Hadroh , Al Habib Alwi bin Ali Al Habasyi yang di Makamkan di sebelah Selatan Masjid berdampingan dengan makam kedua putranya :
_ Sayyidinal Habib al Arif billah Ahmad bin Alwi al habasyi.
_ Sayyidinal Habib Muhammad Anis bin Alawiy al Habasyi .
.
.
Soal isi curhatan kita di samping makam mereka , itu urusan lain . dan soal apakah tetap KONTAN atau tidak itu juga urusan lain , karena setiap orang membawa “ rejeki” nya masing-masing
.
.✍�Kembali kisah unik seputaran Haul Solo datang dari Kudus .
Ada seorang yang pekerjaannya serabutan . Kadang dapat kerja kadang tidak . Maka diapun datang ke Haul Solo dengan membawa hajat dan do’a .
Kata dia dalam doanya :
*“ Ya Allah … Berkah Haul , Berkah Al Habib Ali , berilah hamba_Mu ini pekerjaan yang tetap , yang tidak pernah berhenti …”*
.
.
👉�Uniknya , saat pulang Haul , dia dapat kerjaan menjadi Satpam Gudang Pabrik .
Kerja tetap , tidak lagi kerja serabutan .
Sayang sekali , bagihan terahir doanya juga dikabulkan Tuhan . *KERJA YANG TIDAK PERNAH BERHENTI …*
Dia jadi Satpam Pabrik satu satunya , sehingga tidak ada kenal hari libur . Minggu tetap kerja . Bahkan hari Raya pun tetap kerja .
Dipikir-pikir akhirnya susah juga . Jika sengaja Bolos , ancamannya di PHK . Tetapi jika tetap bekerja seperti itu , waktunya habis untuk jaga gudang saja .
“ Aku mesti bagaimana ? “ Tanya dia kepada temannya .
“ Gampang . “ Jawab Temannya . “ Kamu tahun ini kembali datang ke haul Solo , dan hapus bagihan terahir doa kamu itu …”
,.
.
Ala kulli Hal , kisah diatas hanya sekedar isyarat saja . sekedar satu titik dari lautan keajaiban nya . Dan setiap para Pecinta Al Habib Ali Al Habasyi yang aktif mendatangi Haul , mempunyai keajaiban-keajaibannya sendiri-sendiri .
.
.
Dan berikut , petikan salah satu Shalawat al habib Ali yang ada dalam Hizb Hari Kamis dalam Kitab Lathoiful Arsyiyyah :
.
.
*SHOLATULLOH WA SALAMUHU ALA* *ASYROFI ANBIYA_H*
*MUHAMMADIBNI* *ABDILLAH WA ‘ALA ALIHI WASHOHBIHI WAMAN WA_LAH*
.
*ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDINA* *MUHAMMADIN*
*IMAMI AHLIL KAMAL*
*WA ALA ALIHI* *WASHOHBIHIS* *SALIKINA SABILAHU FI KULLI KHAL*
.
*ALLOHUMMAH DI SYARIFA TAHIYYATI*
*ILA ASYROFI SADATI*
*SAYYIDI ROSULILLAH* , *MUHAMMADIBNI ABDILLAH*
*ALMARJUWWI LIDAF’I MUHIMMATIY*
*WABALLIGH A_LAHU WASHOHBAHU JAMI’A TASLIMATIY*
*SHOLATULLOHI WASALAMUUHU , ALA* *ASYROFI MAKHLUQOTIH*
*WA ALA ALIHI* *WASHOHBIHI ASH SHODIQINA FI* *MUWALATIH*
.
“ Shalawat dan Salam dari Allah semoga tercurah kepada Yang Termulia dari sekian Nabi - Nabi_Nya . Muhammad ibni Abdillah . Dan kepada keluarganya , shahabatnya dan orang-orang yang mengasihinya .
Ya Allah , semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada junjunganku Muhammad , Sang Imam dari Orang- Orang Paripurna . Dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya , shahabatnya yang selalu mengikuti jejaknya di setiap keadaan .
Ya Allah , haturkanlah penghormatan terbaikku , kepada Sang Terbaik dari para Tetuanku , Junjunganku Rosulillah Muhammad putra Abdillah.
Sosok harapan atas tersingkapnya kesusahan.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد,

Tunjukkan lebih banyak tang\

Karomah AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ


Ad Da’i Ilallah Al Habib Baqir bin Alwi bin Yahya Menceritakan di Majelis Rasulullah SAW, pada Jalsatul Itsnain,
“Belum lama ini, kurang lebih seminggu yang lalu, ada seorang jama’ah yang sedang dalam perjalanan melihat seorang anak kecil tertabrak di depan kendaraanya.”
Tidak ada yang berani menolong, namun jama’ah tersebut tergerak hatinya untuk menolong si anak ini. Saat ia lihat, ternyata, maaf, hancur kepala anak ini, karena terbentur keras dengan sesuatu.
Kemudian dibawalah anak ini ke salah satu rumah sakit terdekat. Namun melihat keadaan dan kondisi parah dari si anak, rumah sakit tersebut tidak bisa menerima dan tidak menyanggupi untuk menanganinya.
Kemudian bergegaslah jama’ah tersebut membawa anak ini ke rumah sakit yang lainnya.
Sedih melihat kondisi si anak , lalu si jamaah tersebut bertawassul , Ia katakan “Ya Allah… Dengan keberkahan guru mulia, Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dan dengan keberkahan Syech Abu Bakar bin Salim, mohon tolong Ya Allah… anak ini!”
Ia beristighotsah dan bertawassul dengan sungguh-sungguh kepada Allah Ta`ala.
Kemudian, hingga masuk ke dalam rumah sakit, lalu ditangani oleh dokter, masuk ruang operasi khusus, diobati segala macam, dan setelah diobati, dirapikan kepalanya, sampai dokter katakan, “ini terkena selaput otaknya.”
Kemudian dilakukanlah tindakan operasi oleh pihak dokter.
Singkat cerita, selesailah operasi. Ketika pertama kali sadar, apa yang terucap dari si anak ini sungguh sangat mengangetkan jama’ah tersebut.
Begitu sadar, dengan polosnya ia katakan, “Dimana orang tadi yang kasih saya makanan, yang pakai sorban di kepalanya?”
Seisi ruangan tersebutpun dibuat bingung oleh pertanyaan si anak. Lalu jama’ah yg menolong anak inipun mengatakan, “Yang mana? Saya bawa kamu ke sini sendiri, tidak ada orang lain, tidak ada orang yg mengenakan sorban, hanya saya, yang pakai pakaian kantor.”
Tapi hatinya jujur, mungkin anak ini belum pernah bertemu dengan Guru Mulia Al Umar bin Hafidz. Kemudian dilanjutkan oleh si anak dengan mengatakan, “itu, yang jenggotnya merah…”.
Mendengar pernyataan anak ini, teringatlah Al Habib Umar di benak jama’ah tersebut. Lalu ia ambil HP miliknya, ia cari foto Guru Mulia, kemudian ia tunjukan kepada anak tersebut dan menanyakan, “Yang inikah orangnya??”, dan lagi-lagi dengan polosnya si anak menjawab, “iya, yang ini orangnya, tadi dia kasih makanan”. Wallahu A’lam.
Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘ala Rosuulillaah SAW

Tunjukka

Friday, January 20, 2017

Bebas Opini

oke sobaaat, sekarang lagi ramai ramai nya tentang penistaan segala, kenapa segala, iya karena emang banyak yang udah melakukan apa2 penistaan dsb. menurut admin si kalau bicara tentang masalah yang sekarang ini lagi dialami bpk Ahok. yaa emang lisan tuh lebih tajam dari pedang, dan semua nya harus ditanggung jawabkan oleh bpk Ahok. naaah tapi Ormas islam seperti FPI juga harus nya bisa lebih bersabar dan menahan segala amarah, biar tidak ada banyak fitnah yang beredar oleh sebab itu marilah kita sama-sama belajar dari kejadian ini, janganlah berucap sembarangan tanpa dipikirkan akibatnya , jaga lisan kita ini yaaa, dan juga disini peran pemerintah sangatlah penting, kenapa ? karena yaa disiini pemerintah harus melakukan tindakan yang semestinya, walau pun bpk Ahok tidak berniat melukai hati umat islam tapi apa daya kata kata nya sudah terucap dari lisan beliau, so kaloo sampe tidak diproses maka jelaslah hukum dinegara ini patut dipertanyakan. Namun apabila semua nya sudah dalam proses dan dalam penanganan polri harus nya Ormas islam bisa lebih menahan diri agar tidak menghujat dan tidak menghina bpk Ahok karena Nabi Muhammad juga mengajarkan agar kita selalu bisa menjaga lidah kita ini......

Popular Posts